Legenda MU ini Akui Mo Salah Kurang Dihargai di Inggris

Legenda MU ini Akui Mo Salah Kurang Dihargai di Inggris

Salah seorang legenda Manchester United, Rio Ferdinand mengaku cukup bersimpati terhadap penyerang Liverpool, Mohamed Salah yang menurutnya kurang mendapat apresiasi selama ini.

Seperti diketahui, Mohamed Salah memang langsung tampil cemerlang sejak direkrut Liverpool dari AS Roma pada bursa transfer musim panas tahun 2017 silam. Sejak saat itu hingga sekarang, dia sudah dua kali menjadi top skorer Premier League.

Dengan torehan gol-golnya, Salah berperan penting atas keberhasilan Tim Marseyside memenangkan 4 gelar juara, termasuk diantaranya gelar Premier League dan Liga Champions Eropa.

Akan tetapi, yang membuat publik merasa heran adalah fakta bahwa Salah jarang menjadi sorotan karena prestasinya tersebut. Hal ini disadari dan diakui juga oleh legenda Manchester United, Rio Fedinand.

PANTAS DIAPRESIASI

Menurut mantan bek Timnas Inggris tersebut, Salah sejatinya sangat layak diapresiasi oleh semua pihak, bukan hanya para suporter Liverpool saja, mengingat apa yang sudah dicapainya sejauh ini bersama The Reds.

“Kami perlu melakukan seluruh segmen pada Salah untuk tidak mendapatkan perhatian, waktu, pembicaraan, fokus yang pantas ia dapatkan,” jawabnya di saluran YouTube-nya.

MENCATAT SEJARAH

Lebih lanjut, Ferdinand juga mengingatkan kembali kepada publik bahwa Salah sudah membuktikan dirinya di Premier League bersama Liverpool, mencatat sejarah sebagai salah satu pemain tercepat yang mencetak 100 gol di liga.

“Ia adalah pemain tercepat kelima dengan 100 gol Premier League dalam sejarah, dan fakta terbesar dari semua itu adalah ia pemain sayap. Ia striker yang melebar, ia bukan nomor sembilan yang murni.”

“Di depannya ada Alan Shearer, Harry Kane, Sergio Aguero, Thierry Henry dan kemudian Salah,” serunya.

Ferdinand mendapatkan kabar dari orang-orang dalam Liverpool bahwa Salah adalah sosok pemain yang punya mentalitas dan obsesi yang bagus pada sepakbola.

“Ia fokus, ia punya mentalitas itu, obsesi dengan sepak bola, obsesi mencetak gol dan berada di puncak daftar pencetak gol. Setiap pertandingan yang Anda saksikan, ia mendapatkan setidaknya satu atau dua peluang ke gawang, yang diciptakan oleh dirinya sendiri atau diciptakan baginya,” tuturnya.

Post Comment