Achraf Hakimi Masih Bermimpi Jadi Pemain Penting di Real Madrid

Achraf Hakimi Masih Bermimpi Jadi Pemain Penting di Real Madrid

Achraf Hakimi, bek Tim Nasional Maroko ini memang telah resmi bergabung dengan Paris Saint-Germain, tapi belakangan diungkap oleh Antonio Conte bahwa mantan pemainnya itu sejatinya punya mimpi untuk kembali ke Real Madrid dan menjadi pemain kunci disana.

Perlu diketahui bahwa Achraf Hakimi sendiri merupakan salah satu pemain jebolan akademi Real Madrid. Sayangnya, yang bersangkutan memang sulit mendapat kesempatan bermain reguler di tim senior bahkan sempat dipinjamkane ke Borussia Dortmund selama dua musim.

Ironisnya lagi, kendati tampil cemerlang bersama dengan klub Jerman tersebut, Achraf Hakimi bukannya dipertahankan Los Blancos melainkan dijual ke Inter Milan pada musim panas tahun 2020 kemarin.

Performa apiknya berlanjut di Inter Milan, dimana hal tersebut juga yang membuat Paris Saint-Germain rela merogoh kocek cukup dalam untuk mendapatkan jasa sang bek pada musim panas kemarin.

TAK KAPOK DENGAN MADRID

Nah, Antonio Conte yang menjadi pelatih sang bek di Inter Milan sepanjang musim 2020/21 kemarin mengaku kenal betul dengan sosok berusia 22 tahun tersebut, termasuk mimpi sang pemain untuk kembali lagi ke Santiago Bernabeu suatu saat nanti.

Tentu saja, Hakimi tak ingin kembali ke Real Madrid dan hanya menjadi penghangat bangku cadangan lagi, ambisinya adalah untuk menjadi pemain kunci bagi Los Blancos.

“Mimpinya adalah bermain untuk Real Madrid lagi sebagai pemain kunci,” ungkapnya pada Sky Sport Italia.

BISA JADI PEMAIN TOP

Lebih lanjut, Conte mengungkapkan fakta bahwa Hakimi sempat depresi dan tertekan karena gol bunuh dirinya dalam laga versus Real Madrid di ajang Liga Champions Eropa musim kemarin.

Namun, Conte punya keyakinan bahwa Hakimi masih sangat bisa berkembang menjadi pemain kelas dunia di masa mendatang.

“Secara psikologis, Hakimi sedikit menderita dari pertandingan tahun lalu. Saya ingat dua pertandingan itu dengan sangat baik. Sejak saat itu, ia banyak bekerja dan saya melihat seorang pemain muda yang ingin belajar bagaimana”

“Ia mengerti bahwa apa yang ia lakukan dalam menyerang saja tidak cukup; sekarang ia adalah salah satu yang terbaik di dunia. Jika ia terus melatih bola terakhirnya, ia bisa menjadi pemain kelas dunia,” terangnya.

Post Comment